Tampilkan postingan dengan label Meepago. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meepago. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2018

Seorang Guru di Nabire Berharap Pemerintah Mesti Bersikap Antisipatif

Nabire, JNP - Untuk mengantisipasi terjadinya persoalan, khususnya di bidang pendidikan akibat keterlambatan pembayaran hak guru yang terjadi beberapa waktu lalu di Nabire yang mengakibatkan mogok mengajar, pemerintah mesti kerja efektif.

Untuk itu, Emanuel Goo, seorang guru di Nabire berharap semoga pemerintah kabupaten Nabire kedepan mesti mengantisipasi sebelum terjadi persoalan yang pada akhirnya merugikan anak didik yang adalah generasi penerus bangsa.

"Jika ada kekurangan data atau berkas, maka segera diupdate supaya tidak bertumpukan," katanya berharap.

Lanjutnya, setelah mogok mengajar beberapa hari, sudah 2 minggu kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal karena tuntutan para guru dikabulkan pemerintah.

Jumat, 04 Mei 2018

LP3 Selenggarakan Lomba Menulis Puisi, SMA N 1 Dogiyai Juara Satu

Para peserta lomba Menulis Puisi dari 4 SMA/SMK yang ada di Kabupaten Dogiyai sedang asyik menulis puisi. Dok. Hengky (4/5)

Dogiyai, JNP - Setelah resmi terdaftar di Kesbangpol Dogiyai, Lembaga Pengkajian dan penelitian Papua ( LP3 ) laksakan kegiatan pertamanya dengan menyelenggarakan Lomba Menulis Puisi tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Dogiyai yang bertema "Menjaga Kelestarian Alam". Kegiatan tersebut dilaksanakan dari SMA Negeri 2 Dogiyai, Jumat, 04/05/ 2018.

Lomba menulis puisi ini diikuti 12 siswa dari dua SMA dan dua SMK yang ada di Kabupaten Dogiyai dengan utusan masing-masing sekolah tiga siswa.

Perlombahan tersebut yang keluar sebagai juara satu dari SMA Negeri 1 Dogiyai atas nama Hanola Tebay, juara dua dari SMA Negeri 2 Dogiyai atas nama Mince Asrianti banu dan juara tiga dari SMK YPPGI Yeheskiel Dumupa atas nama Marlince Giyai.
Hadia yang diberikan berupa Uang Tunai dan 2 Buku Puisi bagi juara satu, dua dan Tiga.

Kegiatan Lomba penulisan puisi ini dibuka Benediktus Goo dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ( P&K) Kabupaten Dogiyai.

Dalam sambutan mewakili Dinas Pendidikan, Benediktus mengapresiasi kegiatan tersebut sebab menurutnya lomba seperti demikian dapat merangsang para siswa untuk terus mengembangkan bakat yang dimilikinya.

Benediktus juga berjanji untuk kedepan apabila ada kegiatan menyambut hari-hari besar, ia akan berupaya ke Dinas P & K untuk bisa bekerja sama menyelenggarakan kegiatan.

Dalam sambutan lainnya Direktur LP3 Vitalis Goo mengatakan, ini merupakan langkah awal dari lembaga untuk membangkitkan bakat para siswa dalam menuangkan pikiran dan perasaan ke dalam tulisan.

Melihat animo siswa yang datang mau ikut lomba yang melebihi ketentuan awal, Direktur berjanji akan berupaya melaksanakan lomba berikut dengan melibatkan beberapa sekolah yang ada di dua kabupaten tetangga, Kabupaten Pania dan Kabupaten Deiyai.

100 Persen Kelulusan SMA Negeri 2 Dogiyai, Kepseknya Dilumuri Lumpur

Kondisi para siswa/i SMA Negeri 2 Dogiyai bermandikan lumpur sedang memikul Kepala Sekolah berkeliling Kota Mowanemani karena terhari. Foto Dok. Yes (3/5).


Dogiyai, JNP
– Hari Kamis kemarin (3/5) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Dogiyai mengumumkan hasil kelulusan Ujian Nasional Tahun Ajaran 2018 dan dinyatakan lulus 100 persen.
Acara tersebut diselenggarakan di halaman SMA Negeri 2 Dogiyai sekitar jam 11.50. Para orang tua dan wali dari 158 murid serta ratusan partisipan hadir menyaksikan acara tersebut.

Di awal acara tersebut, Pdt. Wenas Tebai membawakan renungan singkat dan membuka acara tersebut dengan doa.

Dalam renungan singkat yang dibawakannya Pdt. Tebai menyampaikan menyampaikan betapa pentingnya memanjatkan ucapan syukur kepada Tuhan atas proses pendidikan selama 3 tahun yang telah dilalui para murid.

Fredy Yobee, Kepala SMA Negeri 2 pada kesempatan itu menyampaikan terikasih kepada rekan-rekan gurunya dan orang tua/wali murid, karena siswa/i yang telah berhasil menamatkan pendidikannya dari sekolah tersebut adalah hasil kerjasama yang baik dari mereka.

“Pendidikan murid tidak hanya tanggungjawab guru, tetapi juga tanggungjawab orang tua/wali,” kata Yobee.

Selain itu ia juga berpesan kepada para murid agar melanjutkan pendidikan ke jenjang yang berikutnya.

“Dogiyai khususnya dan Papua umumnya masih menunggu generasi muda Dogiyai yang mampu membangun daerah, perjuangan kalian tidak sampai disini. Semoga saja ada diantara kalian yang bersedia jadi guru karena guru mengemban tugas mulia yang biasanya dibenci manusia sedunia,” pesannya kepada para murid.

Dikatakan, sebenarnya jumlah siswa sebanyak 160, tetapi 2 siswa bermasalah karena seorang siswa pindah dan ikut ujian di SMA 2 Deiyai dan seorang siswa yang lainnya bernama double. Jadi siswa yang ikut ujian sebanyak 158 siswa.

Dari 158 peserta ujian tersebut dinyanyatakan lulus 100 persen.  Sebagaimana biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, karena para murid terharu, mereka memikul sang kepala sekolah berkeliling kota Moanemani. Mereka juga melumuri sekujur tubuhnya dengan lumpur.
 

(Jelata News Papua/Ibogoo)