Tampilkan postingan dengan label Domberai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Domberai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 November 2018

FIM SORONG: Pemda Maybrat Segera Melakukan Swiping KTP OAP dan Non Papua

FIMSOR PAPUA di kampung susay kab.maybrat saat Diskusi, Dok MY/JNP

Maybrat, JNP - 1 November 2018 bertempat di kampung susay, distrik Aifat utara kab.maybrat -papua barat tepat pada jam 2 - 4 sore
FIM Sorong bersama Pemuda, pelajar,Mahasiswa dan Masyarakat.
telah melakukan diskusi di kampung susay terkait dengan topik Diskusi SWIPING KTP PENDUDUK ASLI DAN NON ASLI DI KAB.MAYBRAT, Hal ini di katakan,”Mario Yumte yang sebagai Ativis FIM Sorong Via Facebook kepada Media ini Selasa, 06/10
Menurut Mario, “Kartu Tanda Penduduk ( KTP) adalah identitas resmi Penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Instansi Pelaksana yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Lanjutnya, “Kartu ini wajib dimiliki Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) yang memiliki Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang sudah berumur 17 tahun atau sudah pernah kawin atau telah kawin Anak dari orang tua WNA yang memiliki ITAP dan sudah berumur 17 tahun juga wajib memilki KTP. KTP bagi WNI berlaku selama lima tahun dan tanggal berakhirnya disesuaikan dengan tanggal dan bulan kelahiran yang bersangkutan, KTP bagi WNA berlaku sesuai dengan masa Izin Tinggal Tetap. Khusus warga yang telah berusia 60 tahun dan ke atas, mendapat KTP seumur hidup yang tidak perlu diperpanjang setiap lima tahun sekali KTP berisi informasi mengenai pemilik kartu, termasuk
1.     NIK
2.     Nama lengkap
3.     Tempat & Tanggal
4.     lahir Jenis kelamin
5.     Agama
6.     Status Golongan darah

Alamat lengkap pemegang KTP  RT , RW , Kelurahan , dan Kecamatan Pekerjaan Pas foto Tempat dan tanggal dikeluarkannya, KTP Tanda tangan pemegang KTP Nama dan nomor induk pegawai pejabat. pada umumnya masyarakat se susay raya dengan tegas ke kepala kampung,Distrik,DPRD dan Bupati Kab.Maybrat bahwa segera membentukkan Tim advocasi untuk melakukan pendataan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat di maybrat. Elias Yumte,pelajar smp

Pewarta: Mario Yumte, AKtivis FIM Sorong

 


Sabtu, 02 Juni 2018

Perjuangan Orang Lain Di Bilang Perjuanganmu,Stop Seperti Kaum Benalu


Mengklaim perjuangan orang adalah ibarat manusia seperti sebuah benalu, hidupnya tergatung pada usaha orang lain, kemudian menikmatinya Seenaknya. dimanakah rasa malu akan jati dirimu, mengklaim milik perjuangan orang lain.

Sebenarnya, bukan diam, namun melihat realitas yang  terjadi sudah melebih-lebih serta melampaui batas, kewajaran sebagai manusia  yang  seharusnya menyadari dirinya dengan kondisinya, hal tersebut bukan menjadi milik kelompok submu.

Untuk kebayakannya "Orang pintar adalah mereka yang mampunya berusaha sendiri dan menikmatinya" bukan sebagai parasit yang kemudian sukanya merusak dan mengkalim serta mau mengambil semena-mena yang bukan miliknya .

Kabupaten Maybrat adalah milik kelompok yang memperjuangkan kabupaten tersebut, hingga hadir diantara masyrakat maybrat saat ini, diminta agar tidak mengklaim milik orang menjadi milikmu,historis telah mencatat perjuangan kabupaten maybrat hingga hadir di tanah maybrat adalah murni usaha masyrakat sub kelompok aifat dan mare.

Silahkan bila anda,kalian,bergabung sesuaikan dan menikmati segala aspek pembangunan yang ada sesuai cita-cita hadirnya kabupaten tersebut, sekali lagi janganlah mengkalim dan mengambil apa yang bukan milikmu, apabila Demikian ujung ujungnya hanya akan menjadi konflik horisontal yang memanjang.

Putusan mendagri tepat dan jelas sesuai sejarah perjuangan kabupaten tersebut, tunggu waktu keluarlah perpu dari pemerintah untuk melegalkan dan menggagalkan yang namanya RIP MK tersebut.

Negara kesatuan Republik Indonesia mempunyai berbagai cara untuk melegitimasi segala keputusan dan tindakan yang diambil, silahkan melakukan protes namun ingatlah protes yang semestinya karena fakatnya, protes dengan massa tersebut  untuk melegalkan segala upaya pencaplokan yang  semena-mena dilakukan hal tersebut tidaklah wajar dimata demokratisasi penyampainan pendapat dan tentunya pemerintah akan terus mendukung kebenaran bukan kemunafikan disulap atau dibuatkan.

"Sejarah Pembentukan Kabupaten Maybrat"

Historis telah mencatat pembentukan kabupaten maybrat dilakukan oleh kelompok masyarakat Aifat dan Mare pada tahun 2003 saat itu wilyah Aifat dan Mare masih terkordinir tergabung dalam Kabupaten sorong selatan.

Perlu diketahui kabupaten diperjuangkan oleh sebut saja nama-nama seperti Alm. Pater Bernard Fatem, Alm. Abrosius Fatie S.Ip. MSI, Alm. Simon Tenau, Alm. Samuel Wafom, Dr. Paskalis Kocu. MSI, Maxisimus Air, SE,.MM, Alm. Alm. Dr. Rafel Assem MSI. Apolos Sewa, SH.Agustinus Saa, MSI dan tentunya masih banyak lagi yang belum disebutkan satu persatu dikarenakan minimnya data pasti yang didapat.

Pembentukan itu dengan maksud  hanya memiliiki 6 distrik sebagai  pendukung kehadirian ibu kota kabupaten maybrat, namun sayangnya hal tersebut tidak tercapai sesuai keinginaan para pelopor dan pendiri.

Tetap pada tahun 2005 terjadi penambahan distrik yang dimana 6 distrik menjadi 11 distrik saat itu, penambahan distrik tersebut dilakukan oleh Bupati Otto Ihilauw saat itu sebagai bupati kabupaten sorong selatan.

Yang kini sebagai  ketua TIM Rekonsiliasi pencari fakta dalam menyelesaikan serta menentukan letak ibu kota kabupaten yang menjadi konflik.

Ketika melirik kembali nama-nama yang disebutkan hanya merupakan marga-marga yang nontabenenya dari wilayah aifat raya.

tentu  perjuangan kabupaten maybrat adalah murni perjuangan masyarakat Aifat dimana kabupaten tersebut seharunya dinamakan RU MANA namun diubah kemudian menjadi Maybrat Sau pada tahun 2006.

Penulis Adalah: Manu Turot
Status : Mahasiswa maybrat di jogja/Aktivis PMKRI Jogjakarta

Jumat, 01 Juni 2018

Koalisi Masyarakat Mahasiswa Pemuda Dan Pelajar Kab.Maybrat Dengan Tegas Menolak Kehadiran PT.Austindo Nusantara Jaya Di Maybrat



PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) merupakan perusahaan induk yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang Didirikan pada Tahun 1993 dengan mengutamakan inovasi dan efisiensi operasi manajemen perkebunan dan pemrosesan kelapa sawit. Kegiatan usaha utama Perusahaan tersebut adalah, meliputi bidang penanaman dan pemanenan terpadu tandan buah segar (TBS) dari perkebunan kelapa sawit, mengolah TBS menjadi minyak mentah kelapa sawit ( Crude Palm Oil / CPO) dan inti sawit ( Palm Kernel / PK), serta menjual CPO dan PK. Perusahaan melakukan produksi dan penjualan minyak kelapa sawit dan inti sawit secara langsung dan juga melalui anak-anak perusahaan. Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2013 dengan menawarkan 10% saham pada saat Penawaran Saham Perdana. Pengalaman, keahlian, dan keberhasilan operasional Perusahaan telah membuahkan ekspansi bisnis, sehingga tak hanya kelapa sawit, saat ini ANJ juga mengembangkan pemanenan sagu dan proses pengolahannya menjadi tepung sagu, budidaya edamame bekerjasama dengan petani binaan, serta bisnis energi terbarukan. ANJ berkomitmen untuk terus meningkatkan inovasi dan efisiensi di seluruh lini bisnisnya. Upaya untuk meningkatkan produktivitas juga diseimbangkan dengan komitmen Perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. VISI Menjadi perusahaan pangan dan energi terbarukan kelas dunia yang meningkatkan citra bangsa Indonesia. MISI Berkomitmen menghasilkan produk berkualitas ramah lingkungan dengan berpegang teguh pada tata kelola yang baik untuk mencapai kinerja unggul, mewujudkan kesejahteraan karyawan serta menjadikan masyarakat mitra setara.

Nama Penulis Adalah : Kejora Yumte 
Status : Aktivis FIM Papua Di Sorong

Jumat, 04 Mei 2018

Pandangan dari Sisi Ekonomi Terkait Pembangunan Rel Kereta Api di Maybrat


Oleh: Semi Edi Framana Turot

JNP - Saya mungkin agak berbeda pendapat memandang pembangunan Rel Kereta Api di Maybrat. Yang pertama, Saya melihat dari sudut pandang ekonomi, suatu pertumbuhan ekonomi berkembang apabila didukung oleh transportasi laut, udara dan darat. Sehingga percepatan pembangunan itu bisa dirasakan oleh masyarakat dan juga laju perekonomian pasti sangat cepat.

Yang kedua, Masalah pendidikan kita orang maybrat sudah hampir 75% berpendidikan bahkan semua jurusan sudah ditempuh, namun kita masih berpatokan pada PNS, padahal alam kita sudah menyediakan segalanya bagaimana kita kreatif dan inofatif untuk mengolah kekayaan yang ada sehingga banyak orang luar yang juga punya pengetahuan sama seperti kita malah memanfaatkan alam yang ada sehingga kita selalu mengatakn bahwa, kita miskin diatas tanah kita sendiri.

Kita juga terbawa dengan arus politik daerah, sehingga membuat kita jadi malas untuk memanfaatkan alam kita yang kaya raya ini. Oleh sebabnya,kita tidak bisa bersaing dengan orang pendatang.

Jika kita lihat ilmu dari pendatang itu sama juga dengan ilmu yang kita tempuh di universitas dan sekolah tinggi yang ada di Indonesia ini.

Karna kita tidak kreatif, maka pendatang yang menguasai semua akhirnya kita terus terjajah diatas negri kita sendiri.

Yang ketiga, perkembangan teknologi hari ini berkembang sangat cepat dan kita bahkan bangsa Indonesia ini juga belum siap dengan matang untuk menghadapi perkembangan teknologi tersebut. Kita tidak bisa menutup mata dengan masuknya negara Indonesia ke dalam (Masyarakat Ekonomi Asean) MEA.

Dimana negara-negara ASEAN ini boleh melakukan aktifitas ekonomi di walayah Indonesia dan sebaliknya Indonesia boleh melakukan kegiatan ekonomi di negara-negara anggota Asean.

Nah, apabila kita masih terus menutup diri dan tidak menerima peradaban, maka kita akan terus tertinggal dan alam kita akan di kuasai bukan hanya oleh Indonesia, tapi juga oleh negara-negara yang berivestasi ke Indonesia. Mereka (pemilik modal dan yang punya pengetahuan dan teknologi yang lebih dari kita bahkan Indonesia pun akan tidak bisa disaingi.

 Yang terjadi hari ini, kita semua dijajah, negara asing menjajah Indonesia dan Indonesia menjajah Papua.

Hal paling sederhana ketika asing menjajah Indonesia sebagai bukti adalah PT. FI yang sahamnya dikuasai Amerika. Dari sekian banyak hasil yang diperoleh, Indonesia cuma dapat berapa persen, apalagi Papua yang berikut Gas LNJ di Babo, Bintuni pun demikian dan masih banyak perusahan yang dikuasai asing sehingga membuat politik adu domba dalam negri sehingga mereka tetap mendapat keuntungan.


Untuk itu, saya berpendapat bahwa, dengan adanya program pemerintah pusat untuk pembangunan Rel kereta api  sangat mempermudah akses untuk Papua Barat. Yang tadinya kita beli bensin dengan harga kisaran 15 ribu/liter kita bisa beli Rp.9.000 atau Rp.10.000/liter.

Kita kebanyakan masih terlena dengan kota Sorong, sehingga uang dari Maybrat semua berputar di Sorong.

Dengan adanya kereta api pasti dengan sendirinya pemerintah mencanangkan pasar yang hampir sama dengan Pasar Remu supaya masyarakat jangan lagi ke Sorong dan pejabat juga tidak lagi ke Sorong selesai kerja pada hari Jumat.

 Mereka akan menetap di Maybrat dan fokus pada kerja mau butuh apa semua sudah ada di tempat tidak lagi ke Sorong. Dengan sendirinya perekonomian akan meningkat dan rakyat sejahtera karna uang hanya akan berputar di sekitar maybrat.

Mungkin itu dari saya. Kita lihat dari segi positif kita harus mendukung juga. Masa kita jadi masyarakat komunal terus.

Janganlah harus berpindah jadi masyarakat moderen yang tak mempertahankan kebudayaan dan jati diri kita.



Penulis adalah Mahasiswa Maybrat di Malang